Organ hati sering dikenal sebagai “pabrik” tubuh yang membantu untuk menetralisir toksin, menyimpan nutrisi, dan bahkan memproduksi beberapa protein. Di artikel ini saya akan membahas tentang 10 makanan untuk hati yang dapat membantu meningkatkan kesehatannya.

Emma Thorton

Ahli Nutrisi (BSc, MSc, RNutr)

Linkedin @EmmaThornton

7 Januari 2019

Inilah 10 Makanan Untuk Hati

1. Almond

Kacang almond merupakan salah satu cemilan populer – sebab, selain nikmat, kacang kecil lembut ini juga kaya akan kandungan Vitamin E. Bagi organ hati, Vitamin E sangatlah bermanfaat, sehingga ia pantas masuk daftar 10 makanan untuk hati.

Manfaat pertama, Vitamin E dapat berfungsi sebagai antioksidan yang akan melindungi hati dari molekul radikal bebas berbahaya dan stres oksidatif. Manfaat kedua, hasil sebuah penelitian mengungkapkan bahwa Vitamin E dapat bantu meredakan gejala-gejala penyakit perlemakan hati non-alkoholik (NAFLD). Dua manfaat ini sebaiknya menjadi pertimbangan Anda saat sedang mencari cemilan.

Cara terbaik mengkonsumsi almond?

Ada banyak cara untuk memasukkan kacang almond dalam program diet. Seperti yang sudah dijelaskan, kacang almond merupakan cemilan nikmat dan sehat.

Namun jika kurang suka makan kacang almond secara langsung, Anda bisa mencampurkannya dengan buah-buahan kering dan jenis kacang lainnya. Anda bahkan dapat lebih sering menggunakan kacang almond sebagai bahan pembuat kue.

2. Artichoke

Sayuran ini punya manfaat bagus karena banyaknya kandungan antioksidan dan serat. Keduanya dapat membantu Anda menurunkan kadar kolesterol jahat. Namun khusus untuk organ hati, beberapa penelitian menemukan bahwa artichoke dapat membantu meningkatkan pertumbuhan jaringan organ hati baru.

Artichoke juga dapat membantu meningkatkan produksi empedu. Sebuah penelitian tentang obesitas pada penderita penyakit perlemakan hati non-alkoholik menunjukkan bahwa ekstrak artichoke juga mampu mengurangi peradangan hati.

Cara terbaik mengonsumsi artichoke?

Artichoke sangat layak untuk masuk dalam daftar 10 makanan untuk hati. Tapi bagaimana memasukkan artichoke ke dalam program diet Anda? Artichoke segar bisa Anda gunakan sebagai bahan salad, atau dipanggang jika ingin sajian berbeda. Milk Thistle kami juga mengandung ekstrak artichoke, dandelion, dan peppermint, yang dapat membantu kesehatan organ hati secara efektif.

3. Blueberry

Saat mencari kandungan antioksidan, maka buah beri berwarna gelap menjadi unggulannya. Walau berukuran kecil, tapi raspberry, cranberry dan buah sejenisnya sangat kaya kandungan antioksidan.

Khususnya blueberry, yang memiliki efek yang luar biasa untuk menangkal radikal bebas. Bahkan penelitian menemukan fakta bahwa blueberry dapat membantu menguatkan sistem imun tubuh, yang berpengaruh positif pada organ hati.

Cukup konsumsi beberapa porsi setiap minggu, untuk bantu melindungi organ hati dari kerusakan dan mendorong peningkatan antioksidan.

Cara terbaik mengkonsumsi blueberry?

Blueberry itu buah serbaguna, tapi sebaiknya kita konsumsi saat masih segar. Jika dijadikan jus atau dihancurkan, kadang blueberry dapat kehilangan kandungan seratnya. Anda dapat coba mengkonsumsi semangkuk blueberry dengan yoghurt alami di atasnya. Atau Anda juga bisa taburkan blueberry di atas roti Anda. 

4. Brokoli

Renyah dan kaya akan kandungan serat, brokoli mungkin terasa agak hambar. Namun ada banyak cara untuk memberi rasa pada brokoli, sehingga manfaatnya bisa dinikmati juga oleh organ hati.

Kebanyakan penelitian mengatakan bahwa manfaat potensial brokoli untuk hati hanya pernah diteliti pada hewan. Namun hasil dari beberapa penelitian terkini pada manusia, menyatakan brokoli memang bermanfaat untuk hati.

Hasil penelitian tersebut menyatakan bahwa, pemberian ekstrak kecambah brokoli pada penderita penyakit perlemakan hati ternyata mampu meningkatkan kadar enzim hati dan melawan kerusakan akibat radikal bebas.

Bagaimana cara mengkonsumsi brokoli?

Brokoli bukanlah sayuran menarik untuk dinikmati, dan mayoritas orang menganggapnya sebagai sayuran tambahan yang membosankan. Namun Anda bisa membuat brokoli terasa lezat dengan dicampur dalam sup, atau dipanggang bersama rempah-rempah.

Bahkan Anda dapat coba menanam sendiri kecambah brokoli, dan menaburkannya di atas roti sandwich atau dicampur dengan kentang goreng.

5. Kubis brussel

Ternyata kubis brussel bukan makanan musiman saja, dan sebaiknya kita mengkonsumsinya lebih sering lagi. Sama seperti brokoli, sayuran ini kaya akan Vitamin C, serat, dan antioksidan. Sayuran ini sangat cocok untuk melindungi hati Anda dari kerusakan akibat radikal bebas. Bahkan kubis brussel lebih bermanfaat lagi untuk menurunkan tingkat peradangan.

Beberapa penelitian telah memeriksa manfaat anti-peradangan kubis brussel, dengan tabung uji dan pengujian pada hewan yang berfokus pada kaempferol, sejenis antioksidan dalam kubis brussel yang diduga memiliki kemampuan anti-peradangan cukup kuat.

Bagaimana cara mengolah kubis brussel?

Kebanyakan dari kita tidak peduli bagaimana cara mengolah kubis brussel menjadi makanan. Sebenarnya sayuran ini serbaguna – Anda dapat memanggang dengan rempah-rempah, menggoreng kering dengan bumbu, atau dicampurnya dengan kentang goreng.

6. Anggur

Mengejutkan, ternyata anggur kaya akan kandungan nutrisi dan pantas masuk ke daftar 10 makanan untuk hati. Anggur berwarna merah gelap, dan ungu, mengandung banyak antioksidan termasuk resveratrol, yang sangat bermanfaat untuk menurunkan peradangan.

Bukan hanya daging dan kulit anggur saja yang bermanfaat – penelitian menemukan fakta bahwa biji anggur juga memiliki manfaat. Salah satu penelitian yang diterbitkan World Journal of Gastroenterology menyatakan bahwa biji anggur, mampu mencegah kerusakan organ hati.

Pada penelitian lain, ditemukan fakta bahwa konsumsi ekstrak biji anggur selama lebih dari 3 bulan dapat membantu memperbaiki fungsi organ hati pada penderita penyakit perlemakan hati non-alkoholik (NAFLD).

Bagian anggur mana yang terbaik?

Anggur sangat baik untuk dimasukkan dalam program diet. Namun bijinya punya potensi berbahaya, khususnya bagi anak-anak. Jadi jika Anda ingin mendapatkan manfaat biji anggur, lebih baik konsumsi suplemen. Untungnya ekstrak biji anggur cukup populer, jadi mudah untuk Anda dapatkan.

7. Ikan berminyak

Ikan berminyak seharusnya menjadi makanan favorit kita yang menyukai daging. Sebab ikan berlemak seperti salmon, makarel, dan sarden, ternyata kaya akan nutrisi. Termasuk asam lemak omega-3, yang begitu penting bagi tubuh.

Tak hanya anti peradangan, asam lemak omega-3 juga dapat membantu memperbaiki mood, fungsi kognitif, otot, persendian, dan mata. Hasil penelitian terkini pun menunjukkan bahwa omega-3 juga bisa membantu meningkatkan fungsi organ hati pada penderita penyakit perlemakan hati non-alkoholik (NAFLD).

Omega-3 juga dapat membantu penderita penyakit perlemakan hati non-alkoholik untuk meningkatkan sensitivitas insulin dan metabolisme beberapa jenis lemak.

Bagaimana seorang vegan mendapatkan omega-3?

Makan lebih banyak ikan berminyak dapat bantu meningkatkan asupan omega-3. Tapi bagaimana seorang vegan mendapatkan asupan omega-3? Ada beberapa tumbuhan seperti biji chia, minyak biji rami, bahkan kubis brussel yang mengandung bentuk lain asam lemak omega-3 sebagai ALA.

Sayangnya, meskipun ALA bisa diolah menjadi DHA dan EPA (jenis asam lemak omega-3 yang sering dihubungkan dengan banyaknya manfaat kesehatan), proses ini tidaklah sempurna. Oleh karena itu saya cenderung merekomendasikan suplemen omega-3 dari minyak algal yang mengandung banyak DHA dan EPA untuk seorang vegan.

8. Pepaya

Buah ini populer akan kelembutan dan rasa manisnya. Pepaya banyak dicari ketika musim panas. Buah ini juga sering digunakan untuk bahan salad buah, atau sajian lain. Pepaya merupakan salah satu sumber vitamin A dan C terbaik, jadi secara otomatis memiliki efek antioksidan kuat dalam tubuh.

Salah satu antioksidan dalam pepaya ternyata dapat bermanfaat bagi hati. Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam FASEB Journal, senyawa antioksidan dengan nama pyrroloquinoline quinone (PQQ) dapat berperan penting dalam menghambat perkembangan penyakit perlemakan hati non-alkoholik (NAFLD).

Meskipun belum diketahui secara pasti bagaimana cara PQQ menghambat penyakit perlemakan hati non-alkoholik. Tapi tidak ada salahnya memasukkan pepaya dalam program diet – selain kaya antioksidan, pepaya juga dapat membantu pencernaan protein, mencegah gejala seperti perut kembung dan tidak nyaman.

Bagaimana bisa mengkonsumsi pepaya lebih banyak?

Dalam hal rasa, pepaya seringkali dibandingkan dengan melon. Pastikan untuk mengkonsumsi pepaya yang sudah matang, sebab jika masih mentah rasanya tidak terlalu nikmat. Anda dapat memasak pepaya, menyajikannya dengan salad, atau dibuat chutney – pepaya adalah buah serbaguna jadi jangan takut untuk bereksperimen.

9. Pir berduri

Buah berduri yang eksotis ini baru meningkat kepopulerannya beberapa tahun belakangan ini. Pir berduri diklaim punya banyak manfaat, mulai dari menurunkan kadar kolesterol hingga menghilangkan mabuk. Untuk organ hati, pir berduri memiliki manfaat yang terbukti secara ilmiah.

Sebuah artikel yang dipublikasikan di US Library of Medicine, menyatakan bahwa jus buah pir berduri mampu menurunkan kadar kerusakan oksidatif pada organ hati setelah mengonsumsi minuman beralkohol. Sementara penelitian lain yang dipublikasikan Scientific America menyatakan dari 55 partisipan yang diberikan ekstrak jus buah pir berduri mengalami mabuk lebih ringan setelah mengonsumsi minuman beralkohol.

Partisipan yang diberikan jus pir berduri juga memiliki kadar protein C-reactive lebih rendah, yang sering berhubungan dengan peradangan.

10. Air mineral

Ini memang bukan makanan. Tapi saya tetap memasukkan air mineral ke dalam daftar 10 makanan untuk hati, karena begitu pentingnya air mineral. Dan kadang, langkah sederhana untuk mengonsumsi air mineral sering diremehkan. Ternyata mencukupi kebutuhan cairan tubuh bisa menjadi langkah terpenting yang bisa kita lakukan untuk organ hati.

Jika Anda minum cairan dalam jumlah cukup (sekitar 1,5 – 2 liter air mineral per hari), maka hal ini dapat membantu menetralisir racun-racun berbahaya yang masuk ke dalam tubuh. Saat Anda mengalami dehidrasi, maka kemampuan hati untuk mendetoksifikasi tubuh akan menurun. Hal ini membuat racun dan limbah kimia menumpuk di dalam tubuh.

Itu sebabnya jika ingin memelihara kesehatan organ hati, maka penuhilah kebutuhan cairan tubuh. Ingat, kopi, teh, dan minuman bersoda tidak masuk hitungan.

Apakah organ hati Anda dalam kondisi prima?

Tahukah Anda bahwa organ hati memiliki 500 fungsi? Lalu, apakah hati Anda sehat dan berfungsi normal? Saya akan memberitahu beberapa cara, agar Anda bisa memelihara kesehatan organ ini.

Alison Cullen

Ahli Nutrisi, BA (Hons), DN, DNT (Distinction)

Twitter @AVogelUK

9 September 2017

Kenapa Organ Hati Sangat Penting?

Apa yang Anda ketahui tentang organ hati? Kebanyakan orang hanya tahu bahwa organ hati memiliki peran penting dalam memproses alkohol. Dan itu memang salah satu fungsi hati, dari 500 lebih fungsi penting lainnya. Mulai dari memproduksi empedu, hingga mengatur metabolisme hormon seks seperti estrogen – organ hati Anda melakukan itu semua.

Pendiri A.Vogel yang juga seorang praktisi naturopati, Alfred Vogel, menyatakan bahwa “Hati merupakan organ pengatur kesehatan, dan tingkat kesehatan tubuh sangat tergantung dari kondisi kesehatan organ hati”. Intinya: kita tidak akan bisa bertahan hidup tanpa hati dan tugas kitalah untuk memelihara kesehatan organ tersebut.

Jadi, bagaimana kita bisa mengetahui kondisi kesehatan hati? Bagaimana pula kita bisa memelihara kesehatan organ ini kedepannya?

Diet

Hati memiliki banyak peran penting dalam proses pencernaan. Organ ini memproduksi empedu yang sangat penting untuk mengolah dan menyerap lemak dengan sempurna (rasa tidak nyaman setelah mengkonsumsi makanan berlemak atau buang kotoran berlemak adalah tanda bahwa proses pencernaan tidak sempurna).

Hati juga penting untuk proses produksi energi dan mengatur kadar lemak, asam amino, serta glukosa dalam darah. Kelebihan karbohidrat, juga akan diubah oleh hati menjadi glikogen dan disimpan dalam hati. Simpanan glikogen ini dapat dengan cepat diubah kembali menjadi glukosa saat tubuh memerlukan tambahan energi.

Untuk bantu memelihara hati, penting bagi kita untuk selalu mengkonsumsi makanan segar. Buah dan sayuran kaya akan vitamin, mineral, dan antioksidan, dapat membantu memelihara fungsi hati. Namun organ hati jugalah yang bertanggung jawab untuk memproses dan menyimpan vitamin dan mineral dari makanan. Sebagai contoh, untuk menyerap vitamin larut lemak (A, D, E & K), tubuh bergantung pada empedu yang dihasilkan oleh organ hati.

Tapi terlalu banyak karbohidrat olahan seperti pasta putih, roti, dan makanan manis, akan membuat hati stres. Hal yang sama juga akan terjadi pada hati bila Anda mengkonsumsi makanan olahan, dan makanan berlemak. Kita memerlukan protein berkualitas untuk bantu menyeimbangkan gula darah, dan menyediakan asam amino. Manfaat asam amino ini penting, yaitu membantu hati bisa memproduksi antioksidan penting, enzim, dan protein, untuk digunakan pada reaksi-reaksi kimia dalam tubuh. Hindari karbohidrat buruk dan pastikan Anda mengkonsumsi makanan mengandung protein berkualitas tinggi.

Berat Badan

Mengalami obesitas akan membuat organ hati stres. Sebab obesitas membuat Anda beresiko menderita penyakit perlemakan hati non-alkoholik (NAFLD), yang merupakan gangguan hati paling banyak terjadi di negara-negara berkembang.

Konsumsi terlalu banyak lemak akan meningkatkan resiko akumulasi lemak pada hati. Hal ini dapat meningkatkan resiko peradangan dan munculnya jaringan parut. Sebaiknya kita hindari kondisi itu, karena secara perlahan jaringan parut dapat menggantikan sel-sel hati yang sehat. Menjaga berat badan ideal berarti memperkecil resiko untuk terkena penyakit perlemakan hati non-alkoholik, meskipun diet dan faktor-faktor lain juga berperan penting.

Olahraga

Olahraga memiliki banyak sekali manfaat, dan sebagian besar dari kita mungkin bisa melakukannya lebih sering. Olahraga merupakan langkah pertama untuk menurunkan berat badan, yang selalu berdampak positif juga bagi hati.

Selain itu, olahraga juga bisa bantu meningkatkan detak jantung. Hal ini membuat darah akan dipompa lebih cepat ke seluruh tubuh, termasuk ke seluruh otot dan organ utama. Darah akan membawa dan mengalirkan oksigen, serta nutrisi-nutrisi dari hati, dan kembali lagi ke pembuluh hepatik membawa limbah-limbah tubuh untuk disaring. Semakin cepat dan efisien sistem peredaran darah ini, maka hati akan semakin sehat – pompalah darahmu lebih cepat.

Alkohol & Toksin

Konsumsi alkohol berdampak besar terhadap hati, sama seperti konsumsi toksin lain (obat-obatan dan zat kimia). Banyak orang mengkonsumsi obat-obatan setiap hari dan organ hati harus memproses semuanya. Toksin akan dikirim ke hati untuk dipecah dan diserap. Akan tetapi, jika jumlahnya terlalu banyak, hati akan kesulitan untuk mengolah toksin dan menjadi rusak.

Kurangi beban kerja hati dengan cara mengurangi konsumsi alkohol dan obat-obatan sebisa mungkin. Banyak orang tidak menyadari bahwa konsumsi obat pereda rasa sakit, seperti paracetamol, secara berlebihan dapat merusak hati.

Jadi, seberapa sering tubuh Anda terpapar toksin? Pernahkah Anda merasa kalau tubuh sudah dipenuhi toksin? Dari udara, dari air yang Anda minum, dari makanan, dari tanah yang ditumbuhi bahan makanan kita, dan bahkan dari produk-produk kecantikan, pembersih, atau produk perkebunan yang kita gunakan – toksin ada dimana-mana. Faktor-faktor tersebut dapat meningkatkan kadar toksin dalam tubuh kita – dan organ hatilah yang harus bekerja keras membersihkannya.

Tanda-tanda peringatan

Ada beberapa gejala dan tanda peringatan untuk menilai kondisi kesehatan hati Anda. Tapi berhati-hatilah, karena hati yang sudah lemah dapat tidak terdeteksi selama beberapa waktu. Hal ini membuat Anda tidak merasakan gejala apapun, sampai kerusakan hati sudah terjadi.

Beberapa gejala khas yang muncul dan menjadi tanda jika hati Anda sedang mengalami gangguan adalah:

1. Nyeri perut dan kembung

Hati terletak di bagian atas kanan perut Anda, terselip di bawah tulang rusuk. Nyeri pada perut bagian ini dapat menandakan sesuatu tidak berfungsi dengan normal. Hati yang dalam kondisi stres dapat membengkak, dan bisa menyebabkan rasa tidak nyaman pada bagian tubuh sekitarnya.

Nyeri perut yang tidak kunjung reda, dan/atau nyeri perut dalam kondisi tertentu (seperti setelah konsumsi makanan berlemak), tidak boleh diacuhkan.

2. Sakit kuning

Hati memiliki peran penting dalam proses penyaringan darah. Proses tersebut menghasilkan bilirubin, senyawa hasil pemecahan sel-sel tua darah merah, yang akan dikeluarkan dari dalam tubuh. Akan tetapi jika hati tidak bekerja normal, seringkali bilirubin tidak sempurna dikeluarkan dari dalam tubuh. Hal ini membuat bilirubin menumpuk di dalam tubuh, dan membuat kulit dan putih mata menguning.

3. Perubahan kebiasaan buang air besar

Perubahan dalam kebiasaan buang air besar (seperti diare atau konstipasi) dapat menjadi tanda hati tidak bekerja normal. Organ hati terlibat dalam proses pengolahan dan penyerapan lemak. Jika dua proses ini tidak berjalan dengan normal, lemak dapat masuk ke usus dan menyebabkan kotoran berwarna pucat dan berlemak, serta diare.

Di satu sisi, lambatnya kerja usus juga berhubungan dengan lambatnya kerja hati. Kondisi ini bisa membuat siklus berputar yang tidak sehat. Semakin lama kotoran berada di dalam usus, semakin banyak toksin yang terserap kembali dan dikirim ke hati. Hal ini membuat organ hati stres dan membuat proses pencernaan makanan berlangsung lebih lama.

4. Masalah kulit

Seperti yang kita tahu, hati bertanggung jawab untuk memproses dan mengolah toksin. Akan tetapi, jika hati tidak bisa bekerja dengan normal – toksin-toksin ini akan dikirim ke bagian tubuh lain. Dan seringkali kulit menjadi tujuannya.

Oleh sebab itu, gatal-gatal atau iritasi kulit tanpa sebab bisa menjadi tanda organ hati Anda sedang stres. Kondisi kulit seringkali memperlihatkan kondisi kesehatan umum Anda (termasuk organ).

5. Mual

Mual bisa jadi adalah hasil dari banyak gangguan kesehatan. Namun mual juga bisa menjadi tanda peringatan akan kondisi hati. Waspadalah jika rasa mual muncul setelah mengkonsumsi makanan berlemak.

6. Kelelahan

Sama seperti mual, kelelahan bisa menjadi tanda dari banyak gangguan kesehatan. Namun terlalu banyak toksin dalam tubuh, akibat disfungsi hati, juga bisa menyebabkan kelelahan.

Selain itu, hati juga terlibat dalam proses mengubah makanan menjadi energi (khususnya untuk menyerap karbohidrat, bahan bakar penting bagi otak dan otot-otot yang aktif metabolismenya). Hal ini juga menjadi alasan lain kenapa hati yang rusak dapat membuat Anda merasa kelelahan (fisik maupun mental).

Jika kelelahan sudah mengganggu maka sebaiknya Anda berkonsultasi ke dokter untuk melakukan pengujian.

Bisakah obat herbal membantu organ hati?

Meskipun pola makan sehat dan gaya hidup sehat adalah dua faktor penting untuk kesehatan hati, namun Anda juga dapat bantu memelihara organ tersebut dengan obat-obatan herbal.

Jika kerja hati dan usus Anda sangat lambat, obat pencahar alami dapat membantu melancarkan pencernaan. Hal ini dapat menurunkan beban kerja hati, karena toksin dari makanan yang sudah dicerna bisa dikeluarkan lebih cepat dari dalam tubuh.

Penelitian menunjukkan bahwa artichoke bermanfaat untuk mengontrol kadar kolesterol (yang merupakan fungsi penting organ hati). Partisipan dalam penelitian tersebut mengalami penurunan signifikan kadar kolesterol mereka, saat mengkonsumsi artichoke selama lebih dari 12 minggu.

Akar dan daun dari herbal bernama dandelion juga bermanfaat memelihara fungsi hati. Akar dandelion bantu mendorong pelepasan empedu, sedangkan daunnya merupakan diuretik lembut yang membantu proses pengeluaran toksin-toksin dari dalam tubuh.

Apakah dokter dapat membantu saya?

Jika Anda khawatir akan kesehatan organ hati, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter. Dokter dapat melakukan pengujian fungsi organ hati, dengan melihat adanya peningkatan enzim-enzim hati.

Namun, gejala dan tanda biasanya baru akan dirasakan ketika sudah terjadi kerusakan pada hati. Sehingga sangat penting bagi kita melakukan yang terbaik untuk memelihara kesehatan organ  hati.

Milk Thistle Complex – Tablet

Kombinasi Milk Thistle, Artichoke, Dandelion, Peppermint dan Boldo

  • Terbuat dari biji (buah) milk thistle.
  • Juga mengandung ekstrak tanaman Artichoke, Dandelion & Peppermint.
  • Tersedia dalam bentuk tablet

Milk Thistle Complex dari A.Vogel merupakan salah satu produk herbal pertama yang diformulasikan oleh Alfred Vogel, salah satu praktisi naturopati terkenal dari Swiss.

Apa itu Milk Thistle Complex?

Biji (buah) Milk Thistle dikombinasikan dengan empat tumbuhan herbal lain yang biasa digunakan untuk kesehatan selama berabad-abad – ekstrak dandelion segar, Artichoke, Peppermint dan daun Boldo.

Dosis Milk Thistle Complex

Aturan pakai:

  • Dewasa (di atas 17 tahun): 2 x 1 tablet sehari
  • Untuk perawatan: 1 x 1 tablet sehari
  • Produk ini tidak direkomendasikan untuk anak-anak
  • Jangan mengkonsumsi melebihi dosis harian yang sudah direkomendasikan.
  • Hindari mengkonsumsi saat hamil atau menyusui.
  • Simpan di tempat yang aman dari jangkauan anak-anak.

Komposisi Milk Thistle Tablet

Ekstrak daun Cynara scolymus segar (Artichoke) 47,5%, buah kering Silybum marianum (Milk Thistle) 33%, rumput dan akar Taraxacum officinalis* (Dandelion) 12,5%, dan daun kering Peumus boldus (Boldo) 7%. Juga mengandung microcrystalline cellulose dan glycerol distearate (sumber sayur).

*Tanaman Organik

Tahukah Anda?

Cuaca yang tak menentu, aktivitas sehari-hari yang padat serta pola hidup yang tidak seimbang membuat batuk dan flu makin mudah menyerang.

Klik di sini!